Langsung ke konten utama
Skip to main content

Correct Article 5

PERBAN Nomor 6 Tahun 2024 | Peraturan Badan Nomor 6 Tahun 2024 tentang Pengadaan Barang/Jasa dalam Penanganan Keadaan Darurat

Source PDF
100%
Pg. 1
Pg. 1
Current Text
(1) Tahapan Pengadaan Barang/Jasa Dalam Penanganan Keadaan Darurat meliputi: a. perencanaan pengadaan; b. pelaksanaan pengadaan; dan c. penyelesaian pembayaran. (2) Perencanaan pengadaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a meliputi: a. identifikasi kebutuhan barang/jasa; b. analisis ketersediaan sumber daya; dan c. penetapan cara Pengadaan Barang/Jasa. (3) Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b melalui Penyedia dilaksanakan dengan tahapan sebagai berikut: a. penerbitan Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa; b. pemeriksaan bersama dan rapat persiapan, jika diperlukan; c. serah terima lapangan, jika diperlukan; d. penerbitan Surat Perintah Mulai Kerja/Surat Perintah Pengiriman; e. pelaksanaan pekerjaan; f. perhitungan hasil pekerjaan; dan g. serah terima hasil pekerjaan. (4) Tahapan pelaksanaan pengadaan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf a sampai dengan huruf d untuk pengadaan barang dapat digantikan dengan surat pesanan. (5) Dalam hal Pejabat Pembuat Komitmen memberikan uang muka dan/atau pembayaran dilakukan secara bulanan/termin, Pejabat Pembuat Komitmen menandatangani kontrak dengan Penyedia bersamaan dengan pelaksanaan pekerjaan. (6) Pengadaan Barang/Jasa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b melalui Swakelola dilaksanakan dengan tahapan sebagai berikut: a. koordinasi dengan pihak lain yang akan terlibat dalam penanganan darurat; b. pemeriksaan bersama dan rapat persiapan; c. pelaksanaan pekerjaan; dan d. serah terima hasil pekerjaan. (7) Dalam hal kontrak ditandatangani bersamaan dengan pelaksanaan pekerjaan, penyelesaian pembayaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c dengan tahapan sebagai berikut: Paraf I Paraf II Paraf III a. perubahan kontrak; b. pembayaran; dan c. audit. (8) Dalam hal kontrak ditandatangani setelah serah terima hasil pekerjaan, penyelesaian pembayaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c dengan tahapan sebagai berikut: a. penandatanganan kontrak; b. pembayaran; dan c. audit. (9) Tahapan audit sebagaimana dimaksud pada ayat (7) huruf c dan ayat (8) huruf c dapat dilakukan sebelum pembayaran tanpa menghilangkan tanggung jawab Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran/Pejabat Pembuat Komitmen. (10) Pejabat Pembuat Komitmen wajib mencatatkan kontrak Pengadaan Barang/Jasa Dalam Penanganan Keadaan Darurat melalui aplikasi Sistem Pengadaan Secara Elektronik.
Your Correction