Correct Article 5
PERBAN Nomor 6 Tahun 2024 | Peraturan Badan Nomor 6 Tahun 2024 tentang Pengadaan Barang/Jasa dalam Penanganan Keadaan Darurat
Current Text
(1) Tahapan Pengadaan Barang/Jasa Dalam Penanganan Keadaan Darurat meliputi:
a. perencanaan pengadaan;
b. pelaksanaan pengadaan; dan
c. penyelesaian pembayaran.
(2) Perencanaan pengadaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a meliputi:
a. identifikasi kebutuhan barang/jasa;
b. analisis ketersediaan sumber daya; dan
c. penetapan cara Pengadaan Barang/Jasa.
(3) Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b melalui Penyedia dilaksanakan dengan tahapan sebagai berikut:
a. penerbitan Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa;
b. pemeriksaan bersama dan rapat persiapan, jika diperlukan;
c. serah terima lapangan, jika diperlukan;
d. penerbitan Surat Perintah Mulai Kerja/Surat Perintah Pengiriman;
e. pelaksanaan pekerjaan;
f. perhitungan hasil pekerjaan; dan
g. serah terima hasil pekerjaan.
(4) Tahapan pelaksanaan pengadaan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf a sampai dengan huruf d untuk pengadaan barang dapat digantikan dengan surat pesanan.
(5) Dalam hal Pejabat Pembuat Komitmen memberikan uang muka dan/atau pembayaran dilakukan secara bulanan/termin, Pejabat Pembuat Komitmen menandatangani kontrak dengan Penyedia bersamaan dengan pelaksanaan pekerjaan.
(6) Pengadaan Barang/Jasa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b melalui Swakelola dilaksanakan dengan tahapan sebagai berikut:
a. koordinasi dengan pihak lain yang akan terlibat dalam penanganan darurat;
b. pemeriksaan bersama dan rapat persiapan;
c. pelaksanaan pekerjaan; dan
d. serah terima hasil pekerjaan.
(7) Dalam hal kontrak ditandatangani bersamaan dengan pelaksanaan pekerjaan, penyelesaian pembayaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c dengan tahapan sebagai berikut:
Paraf I Paraf II Paraf III
a. perubahan kontrak;
b. pembayaran; dan
c. audit.
(8) Dalam hal kontrak ditandatangani setelah serah terima hasil pekerjaan, penyelesaian pembayaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c dengan tahapan sebagai berikut:
a. penandatanganan kontrak;
b. pembayaran; dan
c. audit.
(9) Tahapan audit sebagaimana dimaksud pada ayat (7) huruf c dan ayat (8) huruf c dapat dilakukan sebelum pembayaran tanpa menghilangkan tanggung jawab Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran/Pejabat Pembuat Komitmen.
(10) Pejabat Pembuat Komitmen wajib mencatatkan kontrak Pengadaan Barang/Jasa Dalam Penanganan Keadaan Darurat melalui aplikasi Sistem Pengadaan Secara Elektronik.
Your Correction
