KELENGKAPAN PAKAIAN DINAS
Kelengkapan Pakaian Dinas terdiri atas:
a. tutup kepala;
b. tutup kaki;
c. atribut; dan
d. kelengkapan lainnya.
Tutup kepala sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 huruf a, terdiri atas:
a. peci (mutz);
b. topi/pet upacara;
c. topi lapangan;
d. kopyah hitam (peci nasional); dan
e. jilbab.
(1) Peci sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17 huruf a, digunakan sebagai kelengkapan PDH sesuai dengan golongan sebagai berikut:
a. golongan I (satu);
b. golongan II (dua);
c. golongan III (tiga); atau
d. golongan IV (empat).
(2) Topi/pet upacara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17 huruf b, digunakan sebagai kelengkapan PDUK dan PDUB sesuai dengan golongan sebagai berikut:
a. golongan I (satu);
b. golongan II (dua);
c. golongan III (tiga); atau
d. golongan IV (empat).
(3) Gambar, bentuk, warna, dan atribut peci dan topi/pet upacara sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) tercantum dalam Lampiran II yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Kejaksaan ini.
(1) Topi lapangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17 huruf c, digunakan sebagai kelengkapan PDL.
(2) Gambar, bentuk, dan warna topi lapangan tercantum dalam Lampiran II yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Kejaksaan ini.
Kopyah hitam/peci nasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17 huruf d, digunakan sebagai kelengkapan pakaian Korpri dan PSR.
(1) Jilbab sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17 huruf e digunakan oleh Pegawai wanita muslim sebagai penutup kepala.
(2) Gambar, bentuk, dan warna jilbab tercantum dalam Lampiran II yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Kejaksaan ini.
(1) Tutup kaki sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 huruf b, terdiri atas:
a. sepatu bertali untuk pria;
b. sepatu pantofel untuk wanita;
c. sepatu PDL;
d. sepatu parade; dan
e. kaos kaki.
(2) Gambar, bentuk dan warna tutup kaki tercantum dalam Lampiran II yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Kejaksaan ini.
(1) Tutup kaki sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22 huruf a dan huruf b digunakan oleh Pegawai sebagai kelengkapan PDH, PDU, PSH, PSL, PBUT, pakaian korpri atau pakaian batik.
(2) Tutup kaki sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 huruf c, digunakan oleh Pegawai sebagai kelengkapan PDL.
(3) Tutup kaki sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 huruf d, digunakan oleh Pegawai sebagai kelengkapan PDP.
Atribut sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 huruf c terdiri atas:
a. tanda pangkat;
b. tanda induk kesatuan dan Lambang Kejaksaan;
c. tanda lokasi;
d. papan nama;
e. tanda jabatan;
f. tanda kewenangan Jaksa;
g. tanda Persatuan Jaksa INDONESIA;
h. Satyalancana Karya Satya;
i. tanda kehormatan / tanda kemahiran / brevet;
j. monogram Jaksa dan monogram Tata Usaha;
k. lencana Kejaksaan; dan
l. lencana Korpri.
(1) Tanda pangkat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24 huruf a terdiri atas:
a. tanda pangkat harian;
b. tanda pangkat upacara;
d. tanda pangkat siswa; dan
e. tanda pangkat khusus.
(2) Tanda pangkat harian sebagaimana dimaksud pada ayat
(1) huruf a digunakan oleh Pegawai sebagai kelengkapan PDH dan PDU.
(3) Tanda pangkat upacara sebagaimana dimaksud pada ayat
(1) huruf b, digunakan sebagai kelengkapan PDU bagi pegawai mulai dari golongan IV/c sampai dengan golongan IV/e.
(4) Tanda pangkat siswa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c, digunakan oleh Pegawai yang sedang mengikuti pendidikan dan pelatihan sebagai kelengkapan PDL.
(5) Tanda pangkat khusus sebagaimana dimaksud pada ayat
(1) huruf d, merupakan pangkat Adhyaksa Utama yang digunakan oleh Jaksa Agung.
(6) Gambar, bentuk, warna, ukuran, dan bahan dasar tanda pangkat tercantum dalam Lampiran II yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Kejaksaan ini.
(1) Tanda induk kesatuan dan lambang Kejaksaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24 huruf b dipasang pada lengan sebelah kiri Pakaian Dinas Umum.
(2) Tanda induk kesatuan sebagaimana dimaksud pada ayat
(1) dipasang dengan jarak 2,5 (dua koma lima) sentimeter di bawah lidah baju.
(3) Lambang Kejaksaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipasang dengan jarak 2 (dua) centimeter di bawah tanda induk kesatuan.
(4) Gambar, bentuk, warna dan ukuran Tanda induk kesatuan dan lambang Kejaksaan tercantum dalam Lampiran II yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Kejaksaan ini.
(1) Tanda lokasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24 huruf c dipasang pada lengan sebelah kanan Pakaian Dinas Umum dengan jarak 2,5 (dua koma lima) centimeter di bawah lidah baju.
(2) Gambar, bentuk, warna dan ukuran tanda lokasi tercantum dalam Lampiran II yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Kejaksaan ini.
(1) Papan nama sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24 huruf c terdiri atas:
a. papan nama yang terbuat dari akrilik; dan
b. papan nama yang terbuat dari bahan kain dan dibordir.
(2) Papan nama sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a digunakan sebagai atribut PDH, PDU, PSH, PSL, Pakaian Korpri, dan pakaian batik.
(3) Papan nama sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b digunakan sebagai atribut PDL dan PDP.
(4) Papan nama sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikenakan dengan ketentuan:
a. untuk PDH, PDU, PDL, dan PDP dikenakan pada dada sebelah kanan dengan jarak 1 (satu) sentimeter di atas tutup saku.
b. untuk PSH, Pakaian Korpri dan pakaian batik dikenakan pada dada sebelah kanan.
(5) Gambar, bentuk, warna, dan ukuran papan nama tercantum dalam Lampiran II yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Kejaksaan ini.
(1) Tanda Jabatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24 huruf d digunakan oleh:
a. Jaksa Agung;
b. Pejabat Eselon I;
c. Pejabat Eselon II;
d. Pejabat Eselon III;
e. Pejabat Eselon IV; dan
f. Pejabat Eselon V.
(2) Tanda jabatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipasang pada dada sebelah kanan sebagai atribut PDH dan PDU.
(3) Gambar, bentuk, warna, dan ukuran tanda jabatan tercantum dalam Lampiran II yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Kejaksaan ini.
(1) Tanda kewenangan Jaksa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24 huruf f digunakan oleh Jaksa sebagai atribut PDH dan PDU.
(2) Tanda kewenangan Jaksa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) digunakan di dada sebelah kiri dengan jarak 3 (tiga) centimeter di atas tutup saku.
(3) Gambar, bentuk, warna, dan ukuran tanda kewenangan Jaksa tercantum dalam Lampiran II yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Kejaksaan ini.
(1) Tanda Persatuan Jaksa INDONESIA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24 huruf g digunakan oleh Jaksa sebagai atribut PDH dan PDU.
(2) Tanda Persatuan Jaksa INDONESIA sebagaimana dimaksud pada ayat (1) digunakan di dada sebelah kanan dengan jarak 3 (tiga) sentimeter di atas tutup saku.
(3) Gambar, bentuk, warna, dan ukuran tanda Persatuan Jaksa INDONESIA tercantum dalam Lampiran II yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Kejaksaan ini.
(1) Satyalancana Karya Satya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24 ayat (1) huruf h digunakan oleh Pegawai sebagai atribut PDH dan PDU.
(2) Satyalancana Karya Satya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) digunakan di dada sebelah kiri dengan jarak 1 (satu) sentimeter di atas tutup saku.
(3) Jenis, bentuk, warna, dan ukuran Satyalancana Karya Satya diatur sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
(1) Tanda kehormatan/tanda kemahiran/brevet sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24 huruf i digunakan oleh Pegawai yang telah memperoleh sertifikat pendidikan, pelatihan dan kemahiran tertentu.
(2) Tanda kehormatan/tanda kemahiran/brevet sebagaimana dimaksud pada ayat (1) digunakan pada pakaian PDH dan PDU.
(3) Pengawasan penggunaan tanda kehormatan/tanda kemahiran/brevet dilakukan oleh atasan langsung sebagai fungsi pengawasan melekat.
(1) Monogram Jaksa atau monogram Tata Usaha sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24 huruf j digunakan pada kedua sisi ujung kerah PDH dan PDU.
(2) Gambar, bentuk, warna, dan ukuran monogram Jaksa atau monogram Tata Usaha tercantum dalam Lampiran II
yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Kejaksaan ini.
(1) Lencana Kejaksaan sebagaimana dimaksud pada Pasal 24 huruf k digunakan oleh Pegawai sebagai kelengkapan PSH, PSL, pakaian batik, atau pakaian lain berdasarkan persetujuan Jaksa Agung.
(2) Gambar, bentuk, warna, dan ukuran lencana Kejaksaan tercantum dalam Lampiran II yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Kejaksaan ini.
(1) Lencana korpri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24 huruf l digunakan pada dada sebelah kiri pakaian korpri.
(2) Bentuk lencana korpri diatur sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Kelengkapan lainnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 huruf d, meliputi:
a. tongkat komando;
b. tali bahu;
c. ikat pinggang;
d. kancing baju berlogo Kejaksaan; dan
e. dasi.
(1) Tongkat komando sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37 huruf a digunakan oleh Jaksa Agung, Kepala Kejaksaan Tinggi, dan Kepala Kejaksaan Negeri.
(2) Tongkat komando sebagaimana dimaksud pada ayat (1) digunakan sebagai kelengkapan PDH dan PDU.
(3) Bentuk, ukuran, warna, dan bahan dasar tongkat komando tercantum dalam Lampiran II yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Kejaksaan ini.
(1) Tali bahu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37 huruf b digunakan oleh Pegawai yang melaksanakan tugas keprotokolan dan pengamanan pimpinan, keamanan dalam, piket, dan siswa PPPJ yang ditunjuk.
(2) Tali bahu sebagaimana dimaksud pada ayat (1) digunakan sebagai kelengkapan PDH, PDU dan PDL.
(3) Penggunaan, bentuk, ukuran, warna, dan bahan dasar tali bahu tercantum dalam Lampiran II yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Kejaksaan ini.
Ikat pinggang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37 huruf c, terdiri atas:
a. ikat pinggang warna hitam dengan gesper kuning bergambar lambang kejaksaan, digunakan sebagai pelengkap PDH;
b. ikat pinggang dari bahan kain pakaian dengan gesper kuning berbentuk segi empat, digunakan sebagai pelengkap PDUK; dan
c. ikat pinggang kopel rim berwarna hitam atau berwarna putih, sebagai pelengkap PDL dalam pelaksanaan tugas keamanan dalam dan pengawalan tahanan.
(1) Kancing baju berlogo Kejaksaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37 huruf d digunakan sebagai kelengkapan PDU.
(2) Bentuk, warna, dan ukuran kancing baju berlogo Kejaksaan tercantum dalam Lampiran II yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Kejaksaan ini.
(1) Dasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37 huruf e digunakan sebagai kelengkapan PDUB dan PSL.
(2) Bentuk, warna dan ukuran dasi sebagai kelengkapan PDUB tercantum dalam Lampiran II yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Kejaksaan ini.