Langsung ke konten utama
Skip to main content

Correct Article 14

PERBAN Nomor 18 Tahun 2020 | Peraturan Badan Nomor 18 Tahun 2020 tentang KRITERIA PENENTUAN TIPOLOGI KEJAKSAAN NEGERI

Source PDF
100%
Pg. 1
Pg. 1
Current Text
Peraturan Kejaksaan ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Kejaksaan ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik INDONESIA. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 1 September 2020 JAKSA AGUNG REPUBLIK INDONESIA, ttd BURHANUDDIN Diundangkan di Jakarta pada tanggal 8 September 2020 DIREKTUR JENDERAL PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA, ttd WIDODO EKATJAHJANA PROPOSAL PENINGKATAN TIPOLOGI KEJAKSAAN NEGERI A. LATAR BELAKANG .......................................................................................................... .......................................................................................................... .......................................................................................................... 1. Geografis 1.1. Peta Kabupaten/Kota* 1.2. Batas wilayah Kabupaten/Kota* secara geografis terletak pada koordinat ...... dan batas wilayah sebagai berikut: Utara : ............................... Selatan : ............................... Barat : ............................... Timur : ............................... Waktu yang berlaku di Propinsi/Kabupaten/Kota* yaitu ...... 1.3. Kabupaten/Kota* terdiri dari .… sebagai berikut: No. Kabupaten/Kota/Kecamatan Ibu kota 1. ........................................... ................................. 2. ........................................... ................................. 3. ........................................... ................................. LAMPIRAN PERATURAN KEJAKSAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2020 TENTANG KRITERIA PENENTUAN TIPOLOGI KEJAKSAAN NEGERI A. Bentuk dan Format Proposal Peningkatan Tipologi KEJAKSAAN REPUBLIK INDONESIA KEJAKSAAN TINGGI ............ KEJAKSAAN NEGERI ...... CATATAN: *) coret yang tidak perlu 2. Demografis 3. Potensi Alam 4. Sosial dan Politik B. RUMUSAN MASALAH (Apakah Kejaksaan Negeri ……… perlu ditingkatkan tipologinya menjadi Kejari Tipe A?) C. DATA PENDUKUNG 1. Luas tanah, luas bangunan gedung kantor Kejari serta fasilitas lain (dibangun tahun berapa dan direhab tahun berapa). 2. Anggaran dan realisasi/persentase penggunaan anggaran sampai saat pengajuan usulan. 3. Jumlah pegawai dan formasi. 4. Keberadaan kendaraan operasional, rumah dinas dan aset BMN lainnya. 5. Jumlah penanganan perkara dalam 2 (dua) tahun terakhir. 6. ..........dst. D. PEMBAHASAN .......................................................................................................... E. KESIMPULAN DAN SARAN .......................................................................................................... Demikian proposal kami untuk menjadi bahan pertimbangan. Dikeluarkan di ....... pada tanggal KEPALA KEJAKSAAN NEGERI ............................. B. Bentuk dan Format Formulir Indikator Peningkatan Tipologi FORMULIR INDIKATOR PENINGKATAN TIPOLOGI KEJAKSAAN NEGERI IDENTITAS RESPONDEN NAMA : ...................... PANGKAT : ...................... JABATAN : ...................... KEJAKSAAN NEGERI TIPE : A/B* NO. DIMENSI INDIKATOR JUMLAH PER TAHUN 1. Perkara Tindak Pidana Umum 1. penerimaan SPDP …………… perkara 2. penerimaan berkas tahap I …………… perkara 3. berkas perkara yang dinyatakan lengkap …………… perkara 4. perkara yang dilimpahkan ke pengadilan …………… perkara 5. putusan hakim …………… perkara 6. jumlah upaya hukum …………… perkara 7. jumlah eksekusi …………… perkara 8. tindak pidana ringan …………… perkara 9. pelanggaran lalu lintas …………… perkara 2. Perkara Tindak Pidana Khusus 10. jumlah penyelidikan …………… perkara 11. jumlah penyidikan …………… perkara 12. penerimaan SPDP …………… perkara 13. penerimaan berkas tahap I …………… perkara 14. berkas perkara yang dinyatakan lengkap …………… perkara KEJAKSAAN REPUBLIK INDONESIA KEJAKSAAN TINGGI ............ NO. DIMENSI INDIKATOR JUMLAH PER TAHUN 15. perkara yang dilimpahkan ke pengadilan …………… perkara 16. putusan hakim …………… perkara 17. jumlah upaya hukum …………… perkara 18. jumlah eksekusi …………… perkara 3. Perkara Perdata dan Tata Usaha Negara 19. perkara perdata …………… perkara 20. perkara tata usaha negara …………… perkara 21. pertimbangan hukum …………… perkara 22. pemulihan dan perlindungan hak …………… perkara 23. Memorandum of Understanding (MoU) ………………. MoU 24. Surat Kuasa Khusus (SKK) ………………. SKK 4. Intelijen 25. jumlah operasi intelijen yustisial …………… kegiatan 26. kegiatan penyuluhan hukum dan penerangan hukum …………… kegiatan 27. kegiatan Jaksa Masuk Sekolah …………… kegiatan 28. kegiatan Pakem …………… kegiatan 29. kegiatan Forkopimda …………… kegiatan 30. kegiatan koordinasi antar instansi/ormas …………… kegiatan 31. kegiatan Pengamanan Pembangunan Strategis di daerah …………… kegiatan 32. kegiatan jaringan masyarakat anti KKN …………… kegiatan 33. kegiatan pelacakan aset …………… kegiatan 5. Data Penunjang 34. Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Rp. ...................... 35. jumlah inovasi pelayanan publik yang telah operasional minimal 1 tahun …………...inovasi pelayanan publik 36. kondisi geografis wilayah*): a. perairan dan daratan b. daratan 37. luas wilayah: ………………. km2 NO. DIMENSI INDIKATOR JUMLAH PER TAHUN 38. lokasi/tempat: a. Ibu Kota Negara b. Ibu Kota Propinsi c. Kota/Kabupaten 39. jumlah penduduk: ………………. orang 40. jumlah organisasi kemasyarakatan/lembaga sosial masyarakat: ………………. organisasi kemasyarakatan /lembaga sosial masyarakat 41. jumlah pegawai (Jaksa dan Tata Usaha): ……………Jaksa ……………Tata Usaha 42. nilai pencapaian kinerja: ………………. 43. persentase realisasi anggaran: ………………. % Ket : *) dipilih dengan melingkari salah satu …………………., ………........ (Kepala Kejaksaan Negeri …………) ( …………………………………..) FORMULIR PERHITUNGAN NILAI AKHIR TIPOLOGI KEJAKSAAN NEGERI NO. DIMENSI DAN BOBOT (d) INDIKATOR INDEKS (i) 1. Perkara Tindak Pidana Umum 25% 1. penerimaan SPDP per tahun: a. lebih dari atau sama dengan 644 SPDP b. 483 s.d. 643 SPDP c. 322 s.d. 482 SPDP d. 161 s.d. 321 SPDP e. Kurang dari 161 SPDP 9 7 5 3 1 2. penerimaan berkas tahap I per tahun: a. lebih dari atau sama dengan 640 berkas tahap I b. 480 s.d. 639 berkas tahap I c. 320 s.d. 479 berkas tahap I d. 160 s.d. 319 berkas tahap I e. kurang dari 160 berkas tahap I 9 7 5 3 1 3. berkas perkara yang dinyatakan lengkap per tahun: a. lebih dari atau sama dengan 520 berkas perkara b. 390 s.d. 519 berkas perkara c. 260 s.d. 389 berkas perkara d. 130 s.d. 259 berkas perkara e. kurang dari 130 berkas perkara 9 7 5 3 1 C. Bentuk dan Format Formulir Perhitungan Nilai Akhir Tipologi KEJAKSAAN REPUBLIK INDONESIA KEJAKSAAN TINGGI ............ KEJAKSAAN NEGERI ...... NO. DIMENSI DAN BOBOT (d) INDIKATOR INDEKS (i) 4. perkara yang dilimpahkan ke pengadilan per tahun: a. lebih dari atau sama dengan 620 berkas perkara b. 465 s.d. 619 berkas perkara c. 310 s.d. 464 berkas perkara d. 155 s.d. 309 berkas perkara e. Kurang dari 155 berkas perkara 9 7 5 3 1 5. putusan hakim per tahun: a. lebih dari atau sama dengan 204 putusan b. 153 s.d. 203 putusan c. 102 s.d. 152 putusan d. 51 s.d. 101 putusan e. Kurang dari 51 putusan 9 7 5 3 1 6. jumlah upaya hukum per tahun: a. kurang dari 19 upaya hukum b. 19 s.d. 37 upaya hukum c. 38 s.d. 56 upaya hukum d. 57 s.d. 75 upaya hukum e. lebih dari atau sama dengan 76 upaya hukum 9 7 5 3 1 7. jumlah eksekusi per tahun: a. lebih dari atau sama dengan 560 b. 420 s.d. 559 c. 280 s.d. 419 d. 140 s.d. 279 e. kurang dari 140 9 7 5 3 1 NO. DIMENSI DAN BOBOT (d) INDIKATOR INDEKS (i) 8. tindak pidana ringan per tahun: a. lebih dari atau sama dengan 270 perkara b. 200 s.d. 269 perkara c. 130 s.d. 199 perkara d. 60 s.d. 129 perkara e. Kurang dari 60 perkara 9 7 5 3 1 9. pelanggaran lalu lintas per tahun: a. lebih dari atau sama dengan 40.000 perkara b. 30.000 s.d. 39.999 perkara c. 20.000 s.d. 29.999 perkara d. 10.000 s.d. 19.999 perkara e. Kurang dari 10.000 perkara 9 7 5 3 1 2. Perkara Tindak Pidana Khusus 25% 10. jumlah penyelidikan per tahun: a. penyelidikan lebih dari atau sama dengan 7 perkara b. penyelidikan 5 s.d. 6 perkara c. penyelidikan 3 s.d. 4 perkara d. penyelidikan 1 s.d. 2 perkara e. tidak ada penyelidikan 9 7 5 3 1 11. jumlah penyidikan per tahun: a. penyidikan lebih dari atau sama dengan 7 perkara b. penyidikan 5 s.d. 6 perkara c. penyelidikan 3 s.d. 4 perkara d. penyidikan 1 s.d. 2 perkara e. tidak ada penyidikan 9 7 5 3 1 NO. DIMENSI DAN BOBOT (d) INDIKATOR INDEKS (i) 12. penerimaan SPDP per tahun: a. lebih dari atau sama dengan 11 SPDP b. 8 s.d. 10 SPDP c. 5 s.d. 7 SPDP d. 2 s.d. 4 SPDP e. kurang dari 2 SPDP 9 7 5 3 1 13. penerimaan berkas tahap I per tahun: a. lebih dari atau sama dengan 11 berkas tahap I b. 8 s.d. 10 berkas tahap I c. 5 s.d. 7 berkas tahap I d. 2 s.d. 4 berkas tahap I e. kurang dari 2 berkas tahap I 9 7 5 3 1 14. berkas perkara yang dinyatakan lengkap (P21) per tahun: a. lebih dari atau sama dengan 11 berkas perkara b. 8 s.d. 10 berkas perkara c. 5 s.d. 7 berkas perkara d. 2 s.d. 4 berkas perkara e. kurang dari 2 berkas perkara 9 7 5 3 1 15. perkara yang dilimpahkan ke pengadilan per tahun: a. lebih dari atau sama dengan 15 berkas perkara b. 11 s.d. 14 berkas perkara c. 7 s.d. 10 berkas perkara d. 3 s.d. 6 berkas perkara e. kurang dari 3 berkas perkara 9 7 5 3 1 NO. DIMENSI DAN BOBOT (d) INDIKATOR INDEKS (i) 16. putusan hakim per tahun: a. lebih dari atau sama dengan 11 putusan b. 8 s.d. 10 putusan c. 5 s.d. 7 putusan d. 2 s.d. 4 putusan a. kurang dari 2 putusan 9 7 5 3 1 17. jumlah upaya hukum per tahun: a. Kurang dari 2 upaya hukum b. 2 s.d. 4 upaya hukum c. 5 s.d. 7 upaya hukum d. 8 s.d. 10 upaya hukum e. lebih dari atau sama dengan 11 upaya hukum 9 7 5 3 1 18. jumlah eksekusi per tahun: a. lebih dari atau sama dengan 11 eksekusi b. 8 s.d. 10 eksekusi c. 5 s.d. 7 eksekusi d. 2 s.d. 4 eksekusi a. kurang dari 2 eksekusi 9 7 5 3 1 3. Perkara Perdata dan Tata Usaha Negara 15% 19. perkara perdata per tahun: a. lebih dari atau sama dengan 4 perkara b. 3 perkara c. 2 perkara d. 1 perkara a. tidak ada perkara 9 7 5 3 1 20. perkara tata usaha negara per tahun: a. lebih dari atau sama dengan 4 perkara 9 NO. DIMENSI DAN BOBOT (d) INDIKATOR INDEKS (i) b. 3 perkara c. 2 perkara d. 1 perkara e. tidak ada perkara 7 5 3 1 31. pertimbangan hukum: a. lebih dari atau sama dengan 11 pertimbangan hukum b. 8 s.d. 10 pertimbangan hukum c. 5 s.d. 7 pertimbangan hukum d. 2 s.d. 4 pertimbangan hukum e. urang dari 2 pertimbangan hukum 9 7 5 3 1 32. pemulihan dan perlindungan hak: a. lebih dari atau sama dengan 4 PPH b. 3 PPH c. 2 PPH d. 1 PPH e. tidak ada PPH 9 7 5 3 1 33. Memorandum of Understanding (MoU): a. lebih dari atau sama dengan 11 MoU b. 8 s.d. 10 MoU c. 5 s.d. 7 MoU d. 2 s.d. 4 MoU e. Kurang dari 2 MoU 9 7 5 3 1 34. Surat Kuasa Khusus (SKK): a. lebih dari atau sama dengan 11 SKK b. 8 s.d. 10 SKK 9 7 NO. DIMENSI DAN BOBOT (d) INDIKATOR INDEKS (i) c. 5 s.d. 7 SKK d. 2 s.d. 4 SKK e. Kurang dari 2 SKK 5 3 1 4. Intelijen 20% 35. jumlah operasi intelijen yustisial per tahun: a. lebih dari atau sama dengan 5 kegiatan b. 3 s.d. 4 kegiatan c. kurang dari 3 kegiatan 8 5 2 36. kegiatan penyuluhan hukum dan penerangan hukum per tahun: a. lebih dari atau sama dengan 4 kegiatan b. 2 s.d. 3 kegiatan c. kurang dari 2 kegiatan 8 5 2 37. kegiatan Jaksa Masuk Sekolah per tahun: a. lebih dari atau sama dengan 4 kegiatan b. 2 s.d. 3 kegiatan c. kurang dari 2 kegiatan 8 5 2 38. kegiatan pakem per tahun: a. lebih dari atau sama dengan 4 kegiatan b. 2 s.d. 3 kegiatan c. kurang dari 2 kegiatan 8 5 2 39. kegiatan forkopimda per tahun: a. lebih dari atau sama dengan 11 kegiatan b. 6 s.d. 10 kegiatan c. kurang dari 6 kegiatan 8 5 2 NO. DIMENSI DAN BOBOT (d) INDIKATOR INDEKS (i) 40. kegiatan koordinasi antar instansi/ormas per tahun: a. lebih dari atau sama dengan 11 kegiatan b. 6 s.d. 10 kegiatan c. kurang dari 6 kegiatan 8 5 2 41. pengamanan pembangunan strategis: a. lebih dari atau sama dengan 11 kegiatan b. 6 s.d. 10 kegiatan c. kurang dari 6 kegiatan 8 5 2 42. kegiatan jaringan masyarakat anti KKN per tahun: a. lebih dari atau sama dengan 4 kegiatan b. 2 s.d. 3 kegiatan c. kurang dari 2 kegiatan 8 5 2 43. kegiatan pelacakan aset per tahun: a. lebih dari atau sama dengan 4 kegiatan b. 2 s.d. 3 kegiatan c. kurang dari 2 kegiatan 8 5 2 5. Data Penunjang 15% 44. Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) per tahun: a. lebih dari atau sama dengan Rp.500.000.000 b. Rp.250.000.000 s.d. Rp.499.999.999 c. kurang dari Rp.250.000.000 9 6 3 NO. DIMENSI DAN BOBOT (d) INDIKATOR INDEKS (i) 36. jumlah inovasi pelayanan publik yang telah operasional minimal 1 tahun: a. lebih dari atau sama dengan 4 inovasi b. 2 s.d. 3 inovasi c. kurang dari 2 inovasi 9 6 3 37. kondisi geografis wilayah: a. perairan dan daratan b. daratan 9 5 38. luas wilayah: a. lebih dari atau sama dengan 7.000 km2 b. 1.800 s.d. 6.999 km2 c. kurang dari 1.800 km2 9 6 3 39. lokasi/tempat: a. ibu kota negara b. ibu kota propinsi c. kota/kabupaten 9 6 3 40. jumlah penduduk: a. lebih dari atau sama dengan 880.000 jiwa b. 660.000 jiwa s.d. 879.999 jiwa c. 440.000 jiwa s.d. 659.999 jiwa d. 220.000 jiwa s.d. 439.999 jiwa e. kurang dari 220.000 jiwa 9 7 5 3 1 41. jumlah organisasi NO. DIMENSI DAN BOBOT (d) INDIKATOR INDEKS (i) 41. jumlah pegawai (Jaksa dan Tata Usaha): a. lebih dari sama dengan 40 pegawai b. 20 s.d. 39 pegawai c. kurang dari 20 pegawai 9 6 3 42. nilai pencapaian kinerja: a. lebih dari sama dengan 90 b. 60 s.d. 89 c. kurang dari 60 9 6 3 43. persentase realisasi anggaran: a. lebih dari sama dengan 90% b. 60% s.d. 89% c. kurang dari 60% 9 6 3 Rumus perhitungan nilai akhir Tipologi Kejaksaan Negeri: NA= Keterangan: NA = Nilai Akhir Tipologi d = Bobot dimensi i = indeks D. Format Laporan Hasil Studi Kelayakan LAPORAN HASIL STUDI KELAYAKAN I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang B. Tujuan dan Sasaran II. DASAR ………………………………………………………………………………………… III. DATA DAN FAKTA Untuk memberikan gambaran yang jelas dalam menentukan suatu tujuan, perlu dilakukan analisis untuk melihat kekuatan, kelemahan, peluang dan tantangan serta faktor pendukung sehingga akan diperoleh suatu gambaran yang jelas mengenai keberadaan suatu organisasi pada daerah pengembangan. Faktor yang dapat memengaruhi dan menunjang peningkatan Tipologi Kejaksaan Negeri adalah: a. Faktor Kekuatan (Peraturan Perundang-undangan, Kepegawaian dan Anggaran, Sarana dan Prasarana, dan Dukungan Kemuspidaan) b. Faktor Kelemahan c. Faktor Peluang - Aspek Kelembagaan - Aspek Geografis d. Faktor Tantangan dan Ancaman IV. KESIMPULAN DAN SARAN Demikian untuk menjadi bahan pertimbangan. Dikeluarkan di pada tanggal Tim Teknis JAKSA AGUNG REPUBLIK INDONESIA, ttd BURHANUDDIN KEJAKSAAN REPUBLIK INDONESIA KEJAKSAAN AGUNG
Your Correction