Correct Article 3
PERBAN Nomor 2 Tahun 2020 | Peraturan Badan Nomor 2 Tahun 2020 tentang PENGHAPUSBUKUAN DAN PENGHAPUSTAGIHAN PIUTANG IURAN DAN PIUTANG DENDA
Current Text
(1) BPJS Ketenaga kerjaan melakukan penagihan atas Piutang Iuran dan/atau Piutang Denda kepada Pemberi Kerja sesuai ketentuan yang berlaku di BPJS Ketenaga kerjaan.
(2) Piutang Iuran dan/atau Piutang Denda sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikategorikan:
a. Piutang lancar;
b. Piutang kurang lancar;
c. Piutang diragukan; dan
d. Piutang macet.
(3) Untuk Piutang Iuran dan/atau Piutang Denda kategori piutang lancar dan piutang kurang lancar sebagaimana
dimaksud pada ayat (2) huruf a dan huruf b, proses penagihannya dilakukan oleh unit kerja BPJS Ketenaga kerjaan yang melaksanakan fungsi keuangan.
(4) Untuk Piutang Iuran dan/atau Piutang Denda kategori piutang diragukan dan piutang macet sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf c danhuruf d, proses penagihannya dilakukan oleh unit kerja BPJS Ketenaga kerjaan yang melaksanakan fungsi pengawasan dan pemeriksaan.
(5) Untuk Piutang Iuran dan/atau Piutang Denda kategori piutang diragukan dan piutang macet sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf c dan huruf d, BPJS Ketenaga kerjaan melimpahkan pengurusan Piutang Iuran dan/atau Piutang Denda kepada PUPN.
(6) Sebelum dilimpahkan kepada PUPN sebagaimana dimaksud pada ayat (5), BPJS Ketenaga kerjaan dapat bekerjasama dengan instansi lain dalam melakukan optimalisasi penagihan atas Piutang Iuran dan/atau Piutang Denda.
Pasal4 Dalam rangka pengurusan Piutang Iuran dan Piutang Denda, BPJS Ketenaga kerjaan dapat melakukan tindakan Penghapus bukuan dan Penghapus tagihan, yang terdiri dari:
a. Penghapus bukuan dan Penghapus tagihan Piutang Iuran dan Piutang Denda; dan
b. Penghapus bukuan dan Penghapus tagihan Piutang Denda.
Pasal5
(1) Penghapus bukuan dan Penghapus tagihan Piutang Iuran dan Piutang Denda sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 huruf a dilakukan setelah melalui proses penagihanoleh BPJS Ketenaga kerjaan dan pengurusan oleh PUPN.
(2) Atas pengurusan piutang sebagaimana dimaksud padaayat (1), PUPN menyatakan:
a. pengurusan piutang selesai atau lunas; atau
b. piutang sementara belum dapat ditagih.
(3) Pengurusan oleh PUPN sebagaimana dimaksud pada ayat
(2) dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang pengurusan piutang negara.
(4) Peraturan perundang-undangan di bidang pengurusan piutang negara sebagaimana dimaksud pada ayat (3) merupakan peraturan yang terkait dengan pengurusan piutang negara namun tidak termasuk Penghapus bukuan dan/atau Penghapus tagihan.
Your Correction
