Correct Article 48
PERBAN Nomor 2 Tahun 2024 | Peraturan Badan Nomor 2 Tahun 2024 tentang TATA CARA PENYELESAIAN KERUGIAN NEGARA TERHADAP PEGAWAI NEGERI BUKAN BENDAHARA ATAU PEJABAT LAIN DI LINGKUNGAN BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN TERORISME
Current Text
(1) Dokumen yang diperlukan dalam penyelesaian ganti kerugian negara di lingkungan Badan meliputi:
a. surat perintah verifikasi atas informasi terjadinya Kerugian Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (4);
b. surat penyampaian laporan hasil verifikasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (1);
c. laporan hasil verifikasi atas informasi terjadinya Kerugian Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (1);
d. surat penyampaian laporan kepada Kepala Badan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (1) huruf a;
e. surat penyampaian laporan kepada Badan Pemeriksa Keuangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat
(1) huruf b;
f. daftar pertanyaan penyusunan kronologis terjadinya Kerugian Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 ayat (2) huruf a;
g. berita acara pemeriksaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 ayat (2) huruf e;
h. hasil pemeriksaan Kerugian Negara oleh TPN sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 ayat (2) huruf e;
i. permintaan tanggapan kepada Orang yang diduga Menyebabkan Kerugian Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15 ayat (1);
j. laporan hasil pemeriksaan Kerugian Negara kepada Sekretaris Utama/Kepala Badan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15 ayat (1), ayat (6), dan ayat
(8);
k. laporan tentang hasil pemeriksaan Kerugian Negara atas kekurangan uang/surat berharga/barang milik negara atau uang/barang bukan milik negara disebabkan perbuatan melanggar hukum atau lalai Pegawai Negeri Bukan Bendahara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 ayat (1) huruf a;
l. Laporan tentang hasil pemeriksaan kerugian negara atas kekurangan uang/surat berharga/barang milik negara atau uang/barang bukan milik negara disebabkan bukan perbuatan melanggar hukum atau lalai Pegawai Negeri Bukan Bendahara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 ayat (1) huruf b;
m. surat pendapat PPKN menyetujui atas laporan hasil pemeriksaan TPKN sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17 ayat (1) huruf a;
n. surat pendapat PPKN tidak menyetujui atas laporan hasil pemeriksaan TPKN sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17 ayat (1) huruf b;
o. surat Sekretaris Utama kepada Kepala Badan selaku PPKN atas laporan hasil pemeriksaan TPKN sebagaimana dimaksud dalam TPKN Pasal 17 ayat (2);
p. surat pernyataan kesanggupan dan/atau pengakuan Pihak yang Merugikan/ Pengampu/ Yang Memperoleh Hak/Ahli Waris sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18 ayat (3);
q. SKTJM untuk Penanggung Jawab Kerugian Negara yang Merupakan Pihak Yang Merugikan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18 ayat (4) huruf e;
r. SKTJM untuk Pengampu/Yang Memperoleh Hak/Ahli Waris dari Penanggung Jawab Kerugian Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18 ayat (4) huruf e;
s. surat pernyataan penyerahan barang jaminan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18 ayat (4) huruf d;
t. surat kuasa untuk menjual/melelang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18 ayat (5) huruf c;
u. surat permohonan perubahan jangka waktu
Pengembalian Kerugian Negara dari Pihak yang Merugikan/Pengampu/Yang Memperoleh Hak/Ahli Waris sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19 ayat (8);
v. surat penetapan perubahan jangka waktu Pengembalian Kerugian Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19 ayat (9);
w. surat teguran kepada Pihak yang Merugikan/Pengampu/Yang Memperoleh Hak/Ahli Waris melalaikan kewajiban pembayaran sesuai dengan SKTJM sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19 ayat (11);
x. surat laporan Pihak yang Merugikan/Pengampu/ Yang Memperoleh Hak/Ahli Waris dinyatakan wanprestasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20 ayat (2);
y. surat laporan SKTJM tidak dapat diperoleh sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 ayat (1);
z. SKP2KS sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 ayat
(4);
aa. surat keberatan atas SKP2KS sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24 ayat (3);
bb. surat laporan penerimaan/keberatan atas SKP2KS sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24 ayat (4);
cc. SKP2K bagi Pihak yang Merugikan/Pengampu/Yang Memperoleh Hak/Ahli Waris dinyatakan wanprestasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35 ayat (1);
dd. SKP2K bagi Pihak yang Merugikan/Pengampu/Yang Memperoleh Hak/Ahli Waris dapat menerima, menolak, atau mengajukan keberatan atas SKP2KS sebagaimana dimaksud dalam Pasal 36 ayat (2) dan Pasal 37 ayat (2);
ee. surat keputusan pembebasan penggantian Kerugian Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 40 ayat (2) huruf a;
ff. surat penagihan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43 ayat (2);
gg. SKTL sebagaimana dimaksud dalam Pasal 45 ayat (1);
hh. surat permohonan pencabutan sita atas harta kekayaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 45 ayat
(5);
ii. surat permohonan pengurangan tagihan negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 47 ayat (1);
jj. surat permohonan pengembalian kelebihan setoran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 47 ayat (2);
(2) Format dokumen sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tercantum dalam lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Badan ini.
Your Correction
