Dalam Peraturan Badan ini yang dimaksud dengan :
1. Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional yang selanjutnya disingkat BKKBN adalah lembaga pemerintah nonkementerian yang melaksanakan tugas pemerintahan di bidang pengendalian penduduk dan penyelenggaraan keluarga berencana.
2020, No 300
2. Aparatur Sipil Negara yang selanjutnya disingkat ASN adalah profesi bagi Pegawai Negeri Sipil dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja yang bekerja pada instansi pemerintah.
3. Pegawai Aparatur Sipil Negara yang selanjutnya disebut Pegawai ASN adalah pegawai negeri sipil dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja yang diangkat oleh pejabat pembina kepegawaian dan diserahi tugas dalam suatu jabatan pemerintahan atau diserahi tugas Negara lainnya dan digaji berdasarkan peraturan perundangundangan.
4. Pegawai Negeri Sipil yang selanjutnya disingkat PNS adalah warga negara INDONESIA yang memenuhi syarat tertentu, diangkat sebagai Pegawai ASN atau PNS secara tetap oleh pejabat pembina kepegawaian untuk menduduki jabatan pemerintahan di lingkungan BKKBN.
5. Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja yang selanjutnya disingkat PPPK adalah Warga Negara INDONESIA yang memenuhi syarat tertentu, yang diangkat berdasarkan perjanjian kerja untuk jangka waktu tertentu dalam rangka melaksanakan tugas pemerintahan.
6. Pejabat Yang Berwenang yang selanjutnya disingkat PyB adalah pejabat yang mempunyai kewenangan melaksanakan proses pengangkatan, pemindahan, dan pemberhentian Pegawai ASN sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
7. Pejabat Pembina Kepegawaian yang selanjutnya disingkat PPK adalah pejabat yang mempunyai kewenangan MENETAPKAN pengangkatan, pemindahan, dan pemberhentian Pegawai ASN dan pembinaan manajemen ASN di lingkungan BKKBN sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
8. Sistem Merit adalah kebijakan dan manajemen ASN yang berdasarkan pada kualifikasi, kompetensi, dan kinerja, secara adil dan wajar tanpa membedakan latar belakang politik, ras, warna kulit, agama, asal usul, jenis kelamin,
2020, No 300
status pernikahan, umur, atau kondisi kecacatan.
9. Talenta adalah Pegawai ASN yang memenuhi syarat tertentu untuk masuk ke dalam kelompok rencana suksesi.
10. Manajemen Talenta adalah sistem manajemen karier ASN yang meliputi tahapan akuisisi, pengembangan, retensi, dan penempatan Talenta yang diprioritaskan untuk menduduki Jabatan Target berdasarkan tingkatan potensial dan kinerja tertinggi melalui mekanisme tertentu yang dilaksanakan secara efektif dan berkelanjutan.
11. Kotak Manajemen Talenta adalah bagan yang terdiri dari 9 (sembilan) kategori yang menunjukkan sekumpulan Pegawai ASN berdasarkan tingkatan potensial dan kinerja.
12. Jabatan adalah kedudukan yang menunjukkan tugas, tanggung jawab, wewenang, dan hak seorang Pegawai ASN dalam suatu satuan organisasi.
13. Jabatan Target adalah Jabatan pimpinan tinggi dan Jabatan administrasi setingkat lebih tinggi yang sedang/akan lowong atau Jabatan kritikal yang akan diisi oleh Talenta.
14. Jabatan Pimpinan Tinggi yang selanjutnya disingkat JPT adalah sekelompok Jabatan tinggi pada instansi pemerintah.
15. Pejabat Pimpinan Tinggi adalah Pegawai ASN yang menduduki JPT.
16. Jabatan Administrasi yang selanjutnya disingkat JA adalah sekelompok Jabatan yang berisi fungsi dan tugas berkaitan dengan pelayanan publik serta administrasi pemerintahan dan pembangunan.
17. Pejabat Administrasi adalah Pegawai ASN yang menduduki JA pada instansi pemerintah.
18. Jabatan Fungsional yang selanjutnya disingkat JF adalah sekelompok Jabatan yang berisi fungsi dan tugas berkaitan dengan pelayanan fungsional yang berdasarkan pada keahlian dan keterampilan tertentu.
2020, No 300
19. Pejabat Fungsional adalah Pegawai ASN yang menduduki JF pada instansi pemerintah.
20. Rencana Suksesi adalah bentuk perencanaan karir bagi PNS yang masuk kelompok Rencana Suksesi untuk menduduki Jabatan Target.
21. Kelompok Rencana Suksesi adalah Kelompok Talenta yang termasuk dalam kotak 9, 8 dan 7 yang disiapkan dalam tahap pengembangan, retensi dan penempatan talent.
22. Suksesor adalah Talenta yang dicalonkan menjadi pengganti pejabat yang menduduki Jabatan Target saat ini dan disiapkan untuk mendudukinya pada saat Jabatan tersebut lowong.
23. Pengembangan Talenta adalah strategi pengembangan karier dan kompetensi Talenta melalui ASN corporate university, sekolah kader, tugas belajar, dan bentuk pengembangan kompetensi lainnya.
24. Retensi Talenta adalah strategi mempertahankan Talenta melalui pemantauan, penghargaan, dan manajemen suksesi untuk menjaga dan mengembangkan kompetensi dan kinerja Talenta agar siap dalam penempatan Jabatan.
25. Penempatan Talenta adalah strategi penempatan Talenta yang tepat pada Jabatan Target di waktu yang tepat.
26. Kelompok Talenta (Talent Pool) adalah wadah pembinaan Talenta dalam rangka pengembangan dan evaluasi yang disertai pemberian penghargaan bagi Talenta yang bersangkutan.
27. Kompetensi adalah kemampuan, pengetahuan, dan keterampilan yang perlu dimiliki oleh setiap Pegawai agar dapat melaksanakan tugas secara efektif.
28. Standar Kompetensi Jabatan Aparatur Sipil Negara yang selanjutnya disebut Standar Kompetensi Jabatan ASN adalah deskripsi pengetahuan, keterampilan dan perilaku yang diperlukan seorang Aparatur Sipil Negara dalam melaksanakan tugas Jabatan.
2020, No 300
29. Kompetensi Teknis adalah pengetahuan, keterampilan, dan sikap/perilaku yang dapat diamati, diukur dan dikembangkan yang spesifik berkaitan dengan bidang teknis Jabatan.
30. Kompetensi Manajerial adalah pengetahuan, keterampilan dan sikap/perilaku yang dapat diamati, diukur, dikembangkan untuk memimpin dan/atau mengelola unit organisasi.
31. Kompetensi Sosial Kultural adalah pengetahuan, keterampilan, dan sikap/perilaku yang dapat diamati, diukur, dan dikembangkan terkait dengan pengalaman berinteraksi dengan masyarakat majemuk dalam hal agama, suku dan budaya, perilaku, wawasan kebangsaan, etika, nilai-nilai, moral, emosi dan perinsip yang harus dipenuhi oleh setiap pemegang Jabatan untuk memperoleh hasil kerja sesuai dengan peran fungsi dan Jabatan.
32. Potensial adalah kepemilikan potensi/kemampuan terpendam (underlying capabilities) yang memungkinkan Talenta untuk mengembangkan dan menerapkan Kompetensi yang diperlukan dalam Jabatan Target yang diperkirakan dapat diperankan melalui assessment center, uji Kompetensi, rekam jejak Jabatan, dan pertimbangan lain sesuai ketentuan.
33. Kinerja adalah hasil dari pelaksanaan tugas dan fungsi organisasi dan Pegawai selama periode tertentu.
34. Penilaian Prestasi Kerja adalah suatu proses penilaian secara sistematis yang dilakukan oleh pejabat penilai terhadap sasaran kerja Pegawai dan perilaku kerja PNS.
35. Penilaian 360° adalah metode penilaian perilaku kerja yang sumber penilaiannya berasal dari diri sendiri, atasan, rekan bekerja (peer group), dan para bawahan (bagi Pegawai yang menduduki Jabatan Struktural).
2020, No 300
(1) Program Pengembangan Talenta sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 huruf f merupakan program yang diberikan kepada Talenta dalam rangka mempersiapkan Talenta untuk menduduki jabatan struktural setingkat lebih tinggi atau posisi lain.
(2) Tujuan dari program Pengembangan Talenta adalah:
a. memberi gambaran yang cukup mengenai target dan metode pengembangan kepada seluruh Talenta;
b. memastikan seluruh Talenta memiliki kesempatan pengembangan yang sama;
c. mempersiapkan Talenta menduduki jabatan struktural setingkat lebih tinggi atau posisi/jabatan lain; dan
d. memastikan Pengembangan Talenta melibatkan berbagai pihak dengan efektif.
(3) Program Pengembangan Talenta sebagaimana dimaksud pada ayat 2 meliputi:
a. Pra pengembangan Tahap ini bertujuan untuk mempersiapkan Talenta dan mentor dalam mengikuti program pengembangan yang telah ditetapkan, terdiri dari:
2020, No 300
1) Tahap persiapan Talenta Tahap persiapan Talenta bertujuan untuk memberikan informasi yang komprehensif mengenai latar belakang, maksud, tujuan, ruang lingkup, prinsip, tahapan, metode, pengelola dan infrastruktur Pengembangan Talenta.
2) Tahap persiapan mentor Tahap persiapan mentor bertujuan untuk membekali mentor, baik mentor Tetap maupun mentor Tidak Tetap, dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan dalam rangka Pengembangan Talenta.
b. Pengembangan dan monitoring program Pengembangan dan monitoring program merupakan serangkaian aktivitas yang harus dilaksanakan oleh Talenta dan mentor dalam jangka waktu tertentu dan merupakan tahap inti dari program pengembangan.
Tahap Pengembangan dan Monitoring Program terdiri dari Penyusunan Program Pengembangan Individu, Pelaksanaan off- the-job training, pelaksanaan on-the-job training, dan pelaksanaan monitoring;
c. Evaluasi Evaluasi merupakan penilaian secara sistematis untuk mendapatkan umpan balik tentang pelaksanaan program pengembangan Talent.
Evaluasi terkait program Pengembangan Talenta dilakukan oleh Talenta, mentor, dan penyelenggara Program Pengembangan. Evaluasi dituangkan dalam bentuk laporan program Pengembangan Talenta yang disusun oleh pengelola Pengembangan Talenta pusat untuk Talenta Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama dan pengelola Pengembangan Talenta unit untuk Talenta Jabatan Administrator.
2020, No 300
(1) Program Pengembangan Talenta sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 huruf f merupakan program yang diberikan kepada Talenta dalam rangka mempersiapkan Talenta untuk menduduki jabatan struktural setingkat lebih tinggi atau posisi lain.
(2) Tujuan dari program Pengembangan Talenta adalah:
a. memberi gambaran yang cukup mengenai target dan metode pengembangan kepada seluruh Talenta;
b. memastikan seluruh Talenta memiliki kesempatan pengembangan yang sama;
c. mempersiapkan Talenta menduduki jabatan struktural setingkat lebih tinggi atau posisi/jabatan lain; dan
d. memastikan Pengembangan Talenta melibatkan berbagai pihak dengan efektif.
(3) Program Pengembangan Talenta sebagaimana dimaksud pada ayat 2 meliputi:
a. Pra pengembangan Tahap ini bertujuan untuk mempersiapkan Talenta dan mentor dalam mengikuti program pengembangan yang telah ditetapkan, terdiri dari:
2020, No 300
1) Tahap persiapan Talenta Tahap persiapan Talenta bertujuan untuk memberikan informasi yang komprehensif mengenai latar belakang, maksud, tujuan, ruang lingkup, prinsip, tahapan, metode, pengelola dan infrastruktur Pengembangan Talenta.
2) Tahap persiapan mentor Tahap persiapan mentor bertujuan untuk membekali mentor, baik mentor Tetap maupun mentor Tidak Tetap, dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan dalam rangka Pengembangan Talenta.
b. Pengembangan dan monitoring program Pengembangan dan monitoring program merupakan serangkaian aktivitas yang harus dilaksanakan oleh Talenta dan mentor dalam jangka waktu tertentu dan merupakan tahap inti dari program pengembangan.
Tahap Pengembangan dan Monitoring Program terdiri dari Penyusunan Program Pengembangan Individu, Pelaksanaan off- the-job training, pelaksanaan on-the-job training, dan pelaksanaan monitoring;
c. Evaluasi Evaluasi merupakan penilaian secara sistematis untuk mendapatkan umpan balik tentang pelaksanaan program pengembangan Talent.
Evaluasi terkait program Pengembangan Talenta dilakukan oleh Talenta, mentor, dan penyelenggara Program Pengembangan. Evaluasi dituangkan dalam bentuk laporan program Pengembangan Talenta yang disusun oleh pengelola Pengembangan Talenta pusat untuk Talenta Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama dan pengelola Pengembangan Talenta unit untuk Talenta Jabatan Administrator.
2020, No 300