Langsung ke konten utama
Skip to main content

Correct Article 49

PERBAN Nomor 1 Tahun 2023 | Peraturan Badan Nomor 1 Tahun 2023 tentang LABEL PANGAN SEGAR

Source PDF
100%
Pg. 1
Pg. 1
Current Text
Peraturan Badan ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Badan ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik INDONESIA. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 2 Februari 2023 KEPALA BADAN PANGAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA, ttd. ARIEF PRASETYO ADI Diundangkan di Jakarta pada tanggal 6 Februari 2023 MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA, ttd. YASONNA H. LAOLY LAMPIRAN I PERATURAN BADAN PANGAN NASIONAL NOMOR 1 TAHUN 2023 TENTANG LABEL PANGAN SEGAR TANDA KHUSUS PANGAN MENGANDUNG BABI Tanda khusus pangan mengandung babi dicantumkan dengan tulisan berwarna merah di dalam kotak persegi panjang berwarna merah di atas dasar putih sebagaimana tanda berikut: KEPALA BADAN PANGAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA, ttd. ARIEF PRASETYO ADI LAMPIRAN II PERATURAN BADAN PANGAN NASIONAL NOMOR 1 TAHUN 2023 TENTANG LABEL PANGAN SEGAR TATA CARA PENCANTUMAN INFORMASI NILAI GIZI 1. ING YANG WAJIB DICANTUMKAN A. ENERGI TOTAL Energi total merupakan jumlah energi yang berasal dari: 1. lemak total; 2. protein; dan 3. karbohidrat total atau karbohidrat tersedia dan serat Pangan. Kandungan energi total dicantumkan dalam satuan kilokalori (kkal) dengan tulisan tebal (bold). B. LEMAK TOTAL Lemak total menggambarkan kandungan semua asam lemak dalam Pangan dan dinyatakan sebagai trigliserida. Kandungan lemak total dicantumkan dalam gram (g) dan dalam persentase AKG lemak total dengan tulisan tebal (bold). C. PROTEIN Kandungan protein menggambarkan kandungan semua nitrogen dalam Pangan Segar. Pencantuman kandungan protein dicantumkan dalam gram (g) dan dalam persentase AKG protein dengan tulisan tebal (bold). D. KARBOHIDRAT TOTAL Karbohidrat total meliputi gula, pati, serat Pangan, dan komponen karbohidrat lain. Sedangkan karbohidrat tersedia merupakan selisih karbohidrat total dikurangi serat Pangan. 1. Pencantuman ▪ kandungan karbohidrat total dicantumkan dalam gram dan dalam persentase AKG dengan tulisan tebal (bold). ▪ karbohidrat tersedia dapat dicantumkan dalam tabel ING. ▪ pencantuman juga dapat berupa karbohidrat total dan karbohidrat tersedia. ▪ karbohidrat tersedia dicantumkan dalam gram (g). 2. Jika mencantumkan karbohidrat tersedia maka harus disertai dengan bukti hasil analisis serat Pangan. E. GARAM (NATRIUM) Jumlah garam (Natrium) dicantumkan sebagai Natrium total. Kandungan garam (Natrium) dicantumkan dalam miligram (mg) per sajian dan dalam persentase AKG dengan tulisan tebal (bold). F. PERSENTASE AKG Persentase AKG merupakan persentase kontribusi Zat Gizi dalam 1 (satu) sajian produk dibandingkan dengan jumlah kebutuhan Zat Gizi tersebut dalam sehari. G. CATATAN KAKI Catatan kaki merupakan informasi yang menerangkan bahwa persentase AKG yang ditunjukkan dalam ING dihitung berdasarkan kebutuhan energi untuk kelompok umum sesuai ALG yang berlaku. Kebutuhan energi tersebut dapat lebih tinggi atau lebih rendah disesuaikan dengan kebutuhan. 2. ZAT GIZI YANG DAPAT DICANTUMKAN A. SERAT PANGAN Serat Pangan adalah polimer karbohidrat dengan 3 (tiga) atau lebih unit monomer, yang tidak dihidrolisis oleh enzim pencernaan dalam usus kecil manusia, dibuktikan oleh uji laboratorium. Kandungan serat Pangan dicantumkan dalam gram (g) dan dalam persentase AKG. B. LEMAK JENUH Lemak jenuh merupakan jumlah keseluruhan asam lemak yang tidak mengandung ikatan rangkap. Kandungan lemak jenuh dicantumkan dalam gram (g) dan dalam persentase AKG lemak jenuh dengan tulisan tebal (bold). C. LEMAK TIDAK JENUH Lemak tidak jenuh tunggal merupakan jumlah semua lemak tidak jenuh tunggal yang dihitung sebagai jumlah semua asam lemak dengan 1 (satu) ikatan rangkap pada posisi cis. Lemak tidak jenuh tunggal dicantumkan dalam gram (g). D. VITAMIN DAN MINERAL Kandungan vitamin dan mineral hanya dapat dicantumkan jika terdapat dalam jumlah paling sedikit 2,0% (dua koma nol persen) dari AKG per sajian. Ketentuan ini dikecualikan untuk vitamin dan mineral yang sudah memenuhi persyaratan pencantuman Klaim sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Dalam hal ini pencantuman sesuai dengan jumlah vitamin dan mineral yang terkandung dalam Pangan Segar, tanpa mencantumkan persentase AKG. Vitamin dan mineral dicantumkan dalam persentase AKG, dan ditempatkan di bagian bawah pada kelompok vitamin dan mineral. E. ZAT NON GIZI/KOMPONEN BIOAKTIF Kandungan zat non gizi dicantumkan dalam satuan metrik dan diletakkan di bawah kelompok vitamin dan mineral. 3. PEMBULATAN Pembulatan pencantuman nilai kandungan gizi dan persentase AKG dilakukan sebagai berikut: 1. Untuk analisis zat gizi dibulatkan ke kelipatan 1 (satu) terdekat. 2. Untuk perhitungan energi dibulatkan ke kelipatan 10 (sepuluh) terdekat. 4. FORMAT ING ING pada Label dapat disajikan dalam format vertikal atau horizontal disesuaikan dengan bentuk dan luas permukaan kemasan secara proporsional. Berikut contoh format ING: Format Vertikal: INFORMASI NILAI GIZI Per 100 gram/per kemasan JUMLAH Energi total …. kkal Energi dari lemak …. kkal Energi dari lemak jenuh …. kkal % AKG* Lemak total …. g ….. % Protein …. g ….. % Karbohidrat total …. g ….. % Serat pangan …. g ….. % Garam (Natrium) …. mg ….. % Vitamin dan mineral Vitamin A Vitamin C Vitamin lain Kalium Kalsium Zat Besi Mineral lain Zat Nongizi Isoflavon … mg ….. % ….. % ….. % ….. % ….. % ….. % ….. % *Persen AKG berdasarkan kebutuhan energi …… kkal. Kebutuhan energi anda mungkin lebih tinggi atau lebih rendah. Keterangan : yang dicetak tebal merupakan zat gizi wajib Format Horizontal: INFORMASI NILAI GIZI JUMLAH per 100 gram/ kemasan % AKG JUMLAH per 100 gram/ kemasan % AKG Lemak total … g …% Karbohidrat total … g …% per 100 gram /kemasan Protein … g …% Garam (Natrium) … g …% Energi Total … kkal Vitamin dan mineral Energi dari lemak … kkal Vitamin A Vitamin C Vitamin lain ... % ... % … % Kalium Kalsium Zat Besi Mineral lain Zat Nongizi Isoflavon …. % …. % …. % …. % …. % …. % *Persen AKG berdasarkan kebutuhan energi …… kkal. Kebutuhan energi anda mungkin lebih tinggi atau lebih rendah. Keterangan : yang dicetak tebal merupakan zat gizi wajib Format untuk Pangan fortifikasi Contoh: fortifikasi zat besi, vitamin B1, B3 dan B6 INFORMASI NILAI GIZI per 100 gram Energi Total … kkal Lemak total … g …% Karbohidrat total … g …% Energi dari lemak … kkal Protein … g …% Garam (Natrium) … g …% Vitamin dan mineral Vitamin B1 Vitamin B3 Vitamin B6 ... % ... % … % Zat Besi Zinc …. % …. % *Persen AKG berdasarkan kebutuhan energi …… kkal. Kebutuhan energi anda mungkin lebih tinggi atau lebih rendah. Keterangan : yang dicetak tebal merupakan zat gizi wajib Format untuk Pangan dengan klaim yang dikaitkan dengan pangan siap dikonsumsi Zat Gizi Satuan Mentah per 100 g Siap konsumsi per 100 g Jumlah % AKG Jumlah % AKG Energi Karbohidrat Lemak Protein Kkal g g g … … … … … … … … … … … … … … … … *Persen AKG berdasarkan kebutuhan energi …… kkal. Kebutuhan energi anda mungkin lebih tinggi atau lebih rendah. Keterangan : yang dicetak tebal merupakan zat gizi wajib. KEPALA BADAN PANGAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA, ttd. ARIEF PRASETYO ADI
Your Correction