Correct Article 3
KEPPRES Nomor 9 Tahun 2002 | Keputusan Presiden Nomor 9 Tahun 2002 tentang HARGA JUAL ECERAN BAHAN BAKAR MINYAK DALAM NEGERI
Current Text
(1) Harga jual eceran BBM untuk setiap liter jenis Minyak Tanah yang digunakan sektor industri dan sektor/kegiatan lain diberlakukan 75% (tujuh puluh lima persen) dari harga pasar, dengan ketentuan harga jual terendah Rp900,00 (sembilan ratus rupiah) dan harga jual tertinggi Rp1.650,00 (seribu enam ratus lima puluh rupiah).
(2) Harga jual eceran BBM untuk setiap liter ditetapkan sebagai berikut:
a. Premium : 100% (seratus persen) dari harga pasar dengan ketentuan harga jual terendah Rp.1.450,00 (seribu empat ratus lima puluh rupiah) dan harga jual tertinggi Rp1.750,00 (seribu tujuh ratus lima puluh rupiah);
b. Minyak Solar : 75% (tujuh puluh lima persen) dari harga pasar dengan ketentuan harga jual terendah Rp900,00 (sembilan ratus rupiah) dan harga jual tertinggi Rp1.550,00 (seribu lima ratus lima puluh rupiah);
c. Minyak Diesel : 75% (tujuh puluh lima persen) dari harga pasar dengan ketentuan harga jual terendah Rp900,00 ( sembilan ratus rupiah) dan harga jual tertinggi Rp1.520,00 (seribu lima ratus dua puluh rupiah);
d. Minyak Bakar : 75% (tujuh puluh lima persen) dari harga pasar dengan ketentuan harga jual terendah Rp800,00 (delapan ratus rupiah) dan harga jual tertinggi Rp1.150,00 (seribu seratus lima puluh rupiah).
(3) Terhadap BBM jenis Premium dan Minyak Solar untuk kendaraan bermotor dikenakan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.
(4) Harga jual eceran BBM untuk setiap liter jenis Minyak Solar sebagaimana dimaksud dalam ayat (2), untuk kendaraan bermotor, sudah termasuk Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor.
Pasal 4…
Your Correction
